aku selalu punya kemauan untuk setiap mimpi ku
aku selalu punya kemampuan untuk setiap usaha ku
aku selalu punya kesiapan untuk apapun yang kuhadapi
tapi aku lupa mempersiapkan kekalahan
aku lupa mempersiapkan kegagalan
aku juga melupakan cara nya untuk ikhlas
lalu, bagaimana selanjutnya?
selanjutnya tak pernah tulus menjalankan apapun
selanjutnya tak pernah bisa membedakan kawan dan lawan
selanjutnya pesimis menaikkan derajatnya lebih tinggi ketimbang optimis
selanjutnya ego memenuhi seluruh lekuk hati dan pikiran
selanjutnya aku tertunduk perkara mu
"hei, ini sudah lebih 1 bulan
dan kau masih belum mengikhlaskan nya?
oh ayolah kau ini manusia atau setan?
jangan bersembunyi dibalik jilbab dan senyum mu!
kau saja masih tidak bisa melihat teman yang lebih beruntung daripada diri mu"
ujar hati sesekali
"kau terlalu banyak bicara dan tak sesuai fakta
padahal aku tau kau lebih merasakan sakitnya ketimbang aku"
sahut akal kala itu
untuk setiap menuju ke tempat itu, haruskah aku tertunduk?
untuk setiap pertanyaan dari teman ku, haruskah aku tertunduk?
untuk setiap social media yang ku refresh, haruskah aku tertunduk?
untuk setiap bandara yang ku singgahi, haruskah aku lebih tertunduk?






